Crop Circle di Tahunan, Semin, Gunungkidul

10 Februari 2011

Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang berita ini, tapi takut membuat gaduh semua orang (hahaha).

Seperti yang baru nge_trend akhir_akhir ini: Crop Circle… Dan saya menemukan juga di kampung halaman saya… seperti pada gambar.. haha

Faktanya:

1. Crop Circle ini bentuknya tidak beraturan..

2. Pada sebuah sawah yang ditanami padi.. dan anehnya batang padi tidak rubuh melainkan terpotong (seperti menggunakan sabit)

3. Setelah saya telusuri ternyata di sekitar situ ada bungkus roti.. (penting)

4. Dan setelah beberapa jam saya mengambil foto tersebut, semua padi di sawah sudah lenyap.

5. Aneh sekali.

Dan saya pun menganggap kalau Crop Circle itu adalah buatan manusia. Kenapa saya berani berkata seperti itu? Karena saya sendiri orangnya!

Hahahahhahhaaa.


February I Don’t Care

1 Februari 2011

Ini tulisan pertamaku di bulan Februari 2011

Januari telah berlalu sejak semalam (he’em). Pagi ini Februari telah dimulai. Katanya ini bulan penuh cinta (tsaaah). Bagiku ini biasa saja.

Sebagian orang menganggap di bulan Februari ini mereka akan menemukan Valentin: semacam hari kematian (faktanya). Maka jangan hiraukan terlalu dalam postinganku tentang Sejarah Valentine dan (yang akan datang) Valentine’s Day yang akan aku posting tanggal 7 Februari nanti.

Bagiku cinta tidak harus tanggal 14. Meskipun tanggal lahirku 14 (apa sih). Dan Februari tak lebih dari nama bulan yang diambil dari nama Dewi Juno Februato (toh aku juga tidak percaya adanya dewa. yang kupercaya hanya Allah).

Lha banjur nek wis wulan Pebruari koe arep do ngopo? Heh? Yo uwis ora sah mikir adoh-adoh, opo koe wis do tobat? Sing penting gek ndang tobat, asu!

So, February I don’t care…


Selang Bocor

27 Januari 2011

Begini ceritanya:

Waktu itu (sudah lama sekali) saya sedang berjalan-jalan di gang depan rumah saya. Kemudian saya melihat ada selang air melintas di depan rumah seorang tetangga yang lumayan galak. Nah, muncullah naluri pembunuh saya *eh* maksudnya naluri bercanda saya :) . Dasar saya ini memang anak yang penuh dengan seribu akal mematikan: paling jago ngerjain orang.

Tanpa pikir panjang, saya melubangi selang karet itu dengan duri pohon mawar. Keluarlah air yang memancar ke atas seperti air mancur, namun ini cuma kecil. Kemudian saya memanggil beberapa anak-anak kecil dan mengajaknya melihat ‘air mancur’ itu. Anak-anak lugu itu senang. Mereka bermain dengan ‘air mancur’ dari selang bocor itu sambil bersenda gurau.

Kemudian yang punya rumah keluar. Saya lantas menjauh dari TKP. Walhasil yang punya rumah memarahi bocah-bocah ingusan itu karena mengira mereka yang melubangi selang. Hahahahaha. Saya pun tertawa puas.

Ini kisah nyata lhooo….


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.