Baru-barbu ini ada kehebohan tentang munculnya Crop Circle di Sleman. Ini memang baru pertama kali terjadi di Indonesia (bahkan jaman Hindia Belanda pun belum terjadi). Saya tidak hendak membahas keaslian Crop Circle itu atau membahas mengenai kemunculannya di daerah yang sangat istimewa (Daerah Istimewa Yogyakarta). Saya juga tidak sedang membahas tentang Keistimewaan Yogyakarta *halaah* (malah ngelantur haha).
Saya adalah salah satu dari (sedikit) orang-orang yang mempercayai adanya Alien dan UFO. Tahukah kamu kenapa saya meyakini keberadaan makhluk dari planet lain? Semua bermula saat saya masih SMP… (tsaah makin seru, yes!). Waktu itu guru Sains saya (yang sekarang sudah wafat: semoga beliau masuk surga. amin) yang mengatakan kepada saya kemungkinan adanya makhluk dari planet lain: tentunya tidak 100% seperti gambaran pada film-film di televisi.
Saya beruntung karena saya termasuk anak (waktu itu
) yang cerdas dan tidak pernah lupa perkataan guru. (ma’af, tolong ini dicontoh yaa! hehe).
Begini kata beliau: “Alam semesta ini sangat luas. Berbagai galaksi dengan jutaan hamparan bintang-bintang. Setiap 1000 (seribu) bintang ada 1 (satu) tata surya*. Jadi, kemungkinan ada planet lain dari tata surya lain yang dihuni makhluk adalah sangat mungkin.”
Sejak saat itu saya meneliti dan mengumpulkan data mengenai planet di luar tata surya kita. Crop Circle yang marak bermunculan di mana-mana semakin menambah keyakinan saya akan adanya alien. Dan saya masih menunggu datangnya UFO (Unidentified Flying Object) sampai saat ini.
Melalui simbol-simbol Crop Circle makhluk luar angkasa yang mungkin lebih cerdas dari kita ingin memberi sebuah ilmu pengetahuan yang luar biasa kepada kita penduduk bumi. Ingat! Alam semesta ini diciptakan tidak hanya untuk manusia. Dan Allah SWT memerintahkan manusia untuk menembus langit dan mempelajari alam semesta ini.
Makhluk luar ini memberikan pelajaran kesenian kepada kita lewat Crop Circle. Dan apakah kita sudah mempelajari nilai ‘seni’ dari Crop Circle tersebut? Belum. Ketika ada Crop Circle kita malah terbuai untuk meneliti dari mana Crop Circle itu berasal, siapa yang membuat, dan kenapa bisa membuatnya, tanpa mempelajari unsur ‘kesenian’ dan ‘keeksotisan’ di dalamnya. Sekali lagi: ‘mereka’ (alien) mengajari kita ilmu kesenian, maka pelajarilah ‘seni’-nya. Setelah kita menguasai ilmu kesenian yang diajarkan ‘mereka’, maka ‘mereka’ akan memberi kita suatu ilmu yang lain yang lebih dahsyat dan bukan sekedar coretan Crop Circle melulu. Hehe.
Ket: * tata surya adalah satu matahari (bintang) dan beberapa planet yang mengelilinginya.

Ditulis oleh Fian